PDAU Darma Putra Kertaraharja

  • Full Screen
  • Wide Screen
  • Narrow Screen
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Medical Tourism Services

E-mail Print PDF

Nikmati Sensasi Terapi Ikan Alami dan Rasakan Manfaatnya Untuk Kesehatan Alami Keluarga Anda

Melakukan secara rutin terapi ikan alami minimal 2 kali dalam seminggu selama 30 menit diyakini dapat membantu mencegah berbagai macam penyakit degeneratif seperti Stroke, Rematik, Serangan Jantung, Ginjal, dan berbagai penyakit lainnya. Selain untuk mencegah berbagai macam penyakit Terapi Ikan Alami diyakini berkhasiat untuk membantu mengobati berbagai macam penyakit degeneratif seperti Stroke, Kanker, Ginjal, Hipertensi, dan lainnya.

Secara medis menurut dr. Irzan Nurman, M.Biomed.Eng, MSc lulusan dari kedokteran Universitas Indonesia dan Sanghai China, seorang putra Kuningan yang sedang bekerjasama dengan PDAU untuk mengembangkan Kuningan Medical Tourism Center, sensasi yang dirasakan pengunjung ketika menjalani terapi ikan di Cigugur hampir mirip dengan terapi melalui metoda Akupuntur atau Accupressure, sentuhan- sentuhan ikan- ikan dalam jumlah banyak mirip dengan sengatan- sengatan listrik atau tusukan jarum akupuntur yang apabila mengenai titik saraf yang tepat maka dapat membantu mengobati penyakit tersebut. Seperti kita ketahui berbagai macam penyakit bersumber dari sistem saraf yang terganggu dan daerah seputar kaki merupakan titik sumber saraf yang sering dimanfaatkan untuk terapi akupuntur maupun accupressure. Bahkan terapi pijat repleksi pun umumnya mengincar daerah sekitar kaki.

Nilem Mangut (Osteochilus hasseltii)
Jenis ikan mangut mempunyai banyak kelebihan dibanding ikan terapi lainnya, ikan ini bisa mencapai ukuran sedang sekitar 10 inc, tetapi untuk terapi bisa mulai dari ukuran 2 inc, mulutnya tidak bergigi melainkan muluitnya ditutupi lipatan kulit lunak, berumbai yang berupa otot elastis dan berguna untuk menghisap benda/makanan atau kulit mati, Ikan ini bersifat herbivora yaitu pemakan dedaunan, tidak galak dan bisa bersahabat dengan manusia.
Manfaat terapi:
1. menghilangkan jaringan kulit mati
2.menghaluskan kulit
3. melancarkan peredaran darah
4. menghilangkan kulit pecah-pecah
5. mencegah tumbuhnya cell liar
6.menghilangkan stress
7. meningkatkan fungsi syaraf
8. menghilangkan pegal-pegal
9. mengurangi tumpukan lemak
10. merangsang simpul-simpul syaraf yang melemah, sehingga menjadi sensitif kembali yang pada akhirnya dapat menyembuhkan suatu penyakit, karena simpul syaraf pada kaki terhubung dengan organ vital tubuh kita. Ikan Nilem Mangut memang murah dan yang terbaik untuk terapi ikan.

Untuk informasi dan reservasi silahkan hubungi This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

 

Jenis-Jenis Ikan Terapi

Agus H. Tjakrawidjaja
Peneliti Ikan di Pusat Penelitian Biologi – LIPI
Tulisan dalam rangka menyambut Hari Biodiversitas di tahun 2010
Pememeliharaan kesehatan dan pengobatan saat ini banyak dilakukan orang berupa upaya-upaya alternatif, bahkan sudah merupakan kebutuhan yang terus menerus dicari. Fenomena ini sangatlah wajar karena factor kesehatan dan pengobatan merupakan kebutuhan dasar yang tidak dapat ditunda-tunda dan tidak bisa disepelekan sedikitpun.
Jenis ikan asli Indonesia Nilem (Osteochilus hasseltii) di kolam percobaab Puslit Biologi-LIPI
Sementara pemeliharaan dan pengobatan secara medis sebagian orang terindikasi berpandangan miring seolah-olah sedang banyak persoalan, terutama menyangkut biaya yang umumnya menganggap relatif mahal.
Salah satu metoda altrnatif yang tengah digandrungi orang adalah Terapi yang bersifat Alami diantaranya Pijat Terapi dengan ikan (Ichthyotherapy), yang akhir-akhir ini sedang banyak digandrungi orang yang diselenggarakan di luar ruangan atau di alam terbuka (outdoor) seperti di Kolam Cigugur, Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Jenis ikan terakhir ini yang terus diteliti, digali secara lebih ilmiah tentang manfaatnya dan akan dikembangkan oleh Peneliti Ikan di Puslit Biologi – LIPI.
Ikan asli Indonesia banyak jenis yang dapat dipilih. Yang menarik adalah ikan yang telah dan akan dipakai terapi yang diselenggarakan di luar ruangan tersebut di atas, yakni di alam terbuka yang notabenenya di kolam-kolam, seperti di Kolam Cigugur Kabupaten Kuningan Jawabarat. Menarik karena jenis yang dipakai terapi adalah jenis ikan asli Indonesia (Native Species), yakni ikan Nilem Mangut (Osteochilus hasseltii), bukan Garra rupa (ikan impor dari Turki).
Jenis ikan yang populer saat ini umumnya adalah jenis ikan Gara rupa yang berasal dari Luar Negeri yakni dari Turki, tragis memang, kenapa harus jenis ikan import. Sementara ikan asli Indonesia banyak jenis yang dapat dipilih. Yang menarik adalah ikan yang telah dipakai terapi alam terbuka yang notabenenya di kolam-kolam, seperti di Kolam Cigugur Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Menarik karena jenis yang dipakai terapi adalah jenis ikan asli Indonesia (Native Species), yakni ikan Nilem (Osteochilus hasseltii).
Jenis ikan Osteochilus hasseltii (asli ikan alam Indonesia) memiliki struktur mulut ikan yang terdiri dari jonjot-jonjot otot yang berrumbey-rumbey, organ ini untuk therapy dengan berfungsi seperti alat kesehatan “Bekam” (kop penyedot), yang dapat mengisap-ngisap kulit, otot dan menyentuh simpul-simpul syaraf dengan cara diisap-isap oleh organ mulut ikan ini. Kulit tidak akan luka karena mulut tidak bergigi/bertulang. Jenis ikan ini sagat relevan dipakai untuk therapy di alam terbuka (outdoor).
Nilem Mangut (Osteochilus hasseltii)
Ikan Nilem sebenarnya salah satu jenis dari keanekaragaman ikan asli Indonesia, yang merupakan kekayaan alam Indonesia, Nilem sebenarnya paling umum bagi orang Pulau Jawa, Kalimantan dan Sumatra, karena di alam terdistribusi di daerah tersebut. Jenis ikan ini termasuk ikan konsumsi, terkenal dengan rasa gurih dan teristimewa karena mempunyai kandungan telor yang banyak, orang daerah Jawa Barat terbiasa dengan pepes telor ikan nilem yang dicampur nasi. Di alam masih relatif banyak tersebar dibeberapa perairan umum, habitatnya berupa sungai, danau dan rawa, serta telah lama menjadi ikan budidya di kolam-kolam. Sayangnya jenis ikan asli ini semakin terdesak keberadaannya oleh ikan-ikan pendatang. Nilem Mangut termasuk suku Cyprinidae satu kerabat dengan ikan mas, tawes dan ikan suku Cyprinidae lainnya. Identitas jenis ikan ini memiliki tulang bercabang sirip punggung berkisar 12 – 18,5 dan bibirnya tertutup oleh lipatan kulit, serta tidak memiliki tubus keras dibagian moncongnya. Kebiasaan makannya termasuk pemakan dedaunan (herbivora).
Keanekaragaman jenis ikan asli Indonesia sebenarnya masih banyak yang berpotensi untuk dijadikan ikan terapi seperti nilem, contohnya ikan kutil (Meiacanthus anema) dari suku Blenniidae. Ikan ini banyak dikenal di Pulau Wowuni, Sulawesi Tenggara, orang lokal kalau mau menghilangkan kutil cukup merendam di sungai yang ada ikan ini, maka kutilnya akan hilang diambil oleh ikan tersebut, namun jenis ini tidak bisa untuk memijit seperti nilem, karena mulutnya bergigi, manfaatnya hanya khusus untuk menghilangkan jaringan mati seperti kutil dan daging jadi lainnya. Habitatnya berupa air payau (estuarin) di mulut-mulut sungai bagian hilir, dan dapat teradaptasi dengan air tawar. Ikan ini memiliki pola warna yang indah, di badannya terdapat 3 garis horizontal berwarna hitam dengan badan dan sirip berwarna kebiruan.
Jenis asli ikan Indonesia lainnya adalah: Jenis-jenis potensial ikan asli Indonesia yang dapat diharapkan menjadi ikan terap diantaranya adalah: Gara borneensis (Family: Cyprinidae), Ikan sumatra (Barbodes sumatrana, family: Cyprinidae), Rasbora spp (Family: Cyprinidae). Jenis-jenis ikan tersebut daerah penyebarannya (distribusi) ada di Indonesia bagian Barat (Jawa, Sumatra dab Kalimantan). Memiliki habitat berupa sungai dan danau. Ikan-ikan ini pola makannya berfifat herivora (pemakan tumbuhan.
Sementara jenis-jenis ikan yang berasal dari luar Indonesia diantaranya adalah: ikan Garra rufa (family: Cyprinidae), Ikan Chinchin (Oreochromis mossambicus, family: Ciclididae). Garra rupa berasal dari Negeri Turki, sementara ikan Chinchin awal muanya berasal dari Afrika.
Jenis ikan nilem Mangut mempunyai banyak kelebihan dibanding ikan terapi lainnya, yakni ikan dapat berukuran sedang (sekitar 10 in), mulutnya tidak bergigi, melainkan mulut ditutupi lipatan kulit lunak, berumbai dengan jonjotnya yang berupa otot elastis dan berguna untuk mengisap benda-benda yang disentuh mulutnya. Ikan ini bersifat herbivora (pemakan dedaunan) tidak galak dan jinak bisa bersahabat dengan manusia, bisa ditebar di kolam secara masal.
MANFAAT THERAPI
Walaupun hasil penelitian mungkin belum sampai secara detil ke arah tarap uji klinis, namun orang telah terlanjur percaya bahwa terapi ikan memiliki banyak manfaatnya untuk pemeliharaan kesehatan dan pengobatan. Manfaat tersebut diantaranya menghilangkan jaringan kulit mati, memperhalus kulit, menghilangkan kulit pecah-pecah, mencegah tumbuhnya cel liar, menghilangkan dan mencegah penyakit kulit, melancarkan darah, menghilangkan stress, menghilangkan penat-penat, mengembalikan fungsi syaraf, menghilangkan pegal-pegal, mengurangi tumpukan lemak, dan banyak lagi manfaat lainnya.
Standar Prosedur Oprasional Terapi ikan
Idealnya pengguna sebelumnya diharuskan mebasuh bagian badan yang akan direndam ditempat yang telah disediakan, terutama yang sedang memakai berbagai minyak yang dikenakan kulit, seperti hand-body, karena kalau tidak dapat meracuni ikan, bagi yang kebetulan sedang mengalami luka (infeksi) di kulit jangan ikut diterapi, karena luka akan semakin menganga. Pertma pengguna mengambil posisi di kolam, dengan bagian badan yang akan diterapi untuk direndam di air yang berisi air, maka ikan akan langsung mendekat untuk kemudian menjilat-jilat dan menyedot bagian-bagian yang direndam tersebut. Bagi pemula awalnya akan terasa sangat geli pada saat 5-10 menit pertama, namun seterusnya akan teradaptasi menjadikan rasa nyaman dan enak.
Teknis pemeliharaan ikan therapi di kolam
Padat penebaran harus relatif tinggi (1 kg/m²). Ukuran ikan idealnya 2-3 in, karena ukuran kecil biasanya lebih agresif dan isapan bibirnya tidak menimbulkan rasa sakit. Ikan dipelihara secara intensip, diberi pakan secukupnya, tidak boleh berlebihan seperti untuk pembesaran, cukup 2-3% dari berat badan perhari, karena kalau ikan cepat besar berarti ikan harus sering diremajakan; Kualitas dan kesehatan air ikan selalu harus terjaga, terutama kejernihannya harus diatas 40 cm, kandungan oksigen terlarut setinggi mungkin (60-70 mg/l), pH: 6,5 – 7 cm), dengan pemantauan yang ketat; Kolam setiap minggu harus dibersihkan dengan menguras airnya secukupnya.
Sumber: Pusat Penelitian Biologi LIPI & http://kaskusnews.us/2010/06/10/terapi-ikan-di-cigugur-kuningan/
You are here: Kesehatan